Kevin Berikan Pencerahan Kepada Pengusaha Wanita

Selasa, 22 Maret 2011

Kevin Wu Result Consultant sukses menggugah semangat dan motivasi masyarakat, khususnya pengusaha perempuan pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) peserta event Gelar Karya PKBL BUMN 2011 di Hall A dan B Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, yang menghadiri acara Talk Show PKBL 2011 bertajuk “Wanita Bisa Menjadi Pengusaha Sukses” yang diselenggarakan majalah Gatra dan PT. Mediatama Binakreasi di Hal B JCC, di antara stand para UKM, Kamis (18/3/2011).

Dalam acara yang merupakan hari kedua Talk Show tersebut, selain menghadirkan Kevin Wu sebagai pembicara, juga menghadirkan pendiri PT. Mustika Ratu yang juga pendiri Woman Entrepreneurship Organization, Moeryati Sudibyo.

Dalam paparannya tentang suka duka mendirikan PT. Mustika Ratu, Moeryati mengatakan, bahwa ia memulai usaha komestik tradisional dari kondisi kepepet, karena saat itu, pada 1973, suami yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sudah memasuki masa pensiun. Padahal anak-anak masih bersekolah.

“Waktu itu saya berfikir, bagaimana saya bisa membantu keuangan keluarga. Karena saya dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keraton Solo yang akrab dengan jamu-jamuan tradisional, maka saya putuskan untuk membuat jamu saja. Meskipun saya tidak punya pengalaman berbisnis, dan tidak pernah juga mempelajari cara berbisnis,” ujar salah seorang cucu Hamengkubowono X tersebut.

Dengan bermodal uang Rp. 25.000, Moeryati mulai membuka usaha dengan membuat jamu beras kencur. Semula kalangan istana keberatan karena di intern mereka ada pendapat, bahwa jika wanita bekerja mencari uang, maka dia dapat diianggap merendahkan martabat keluarga dan suami. Namun Moeryati mendobrak hal itu, dan lambat laun, sikap keraton luluh dan akhirnya menyetujui. Apalagi ketika melihat usaha jamunya maju dan berkembang pesat.

Kini, setelah 38 tahun berkiprah, Mustika Ratu menjadi salah satu produk kosmetik tradisional terkemuka di Indonesia, dan bahkan di ekspor ke-20 negara.

Kepada hadirin yang mengikuti Talk Show, Kevin Wu mengatakan, apa yang dilakukan Moeryati untuk bisnisnya itu merupakan hal yang luar bisa, yang sekali lagi membuktikan bahwa seperti halnya pria, wanita pun dapat menjadi pebisnis sukses.

“Untuk menjadi entrepreneur sukses, syaratnya adalah ada hasrat atau kemauan, memiliki mindset atau pola fikir yang benar, serta strategi yang tepat,” ujarnya.


Ia juga mengatakan, bila ingin memiliki usaha sebesar Moeryati, maka orang harus mau meningkatkan value-nya, dan memiliki daya ungkit agar beban seberat apapun dapat ditanggulangi dengan mudah. Dalam karir Moeryati, daya ungkit tersebut berupa pembukaan jaringan distribusi dan mitra bisnis, sehingga sejauh apapun alamat pemesan, jamu dapat dikirimkan dan dipasarkan.

Ketika sesi tanya jawab dilbuka, karena waktu talk show yang terbatas, hanya lima peserta talk show yang mendapatkan kesempatan bertanya. Pertanyaan mereka beragam. Ada yang menanyakan bagaimana membuat karyawan betah bekerja, bagaimana dapat memajukan usaha songkok (peci) yang telah digeluti selama 10 tahun namun tak kunjung berkembang, dan sebagainya.

Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab Moeryati dan Kevin sejelas dan setegas mungkin sehingga ketika si penanya ditanya apakah dia mengerti pada apa yang dijelaskan, dia mengangguk atau mengatakan “ya”.

“Saya senang dapat mengikuti talk show ini, karena banyak masukan yang berarti untuk bisnis saya,” ujar Erwina, salah seorang peserta talk show.

Peserta yang lain pun demikian. Mereka merasa, paparan Moeryati tentang perjalanan berbisnisnya memberi mereka inspirasi, sementara penjelasan Kevin membuat mereka mengerti bagaimana cara menjadi pengusaha yang berhasil.

"Saya beruntung mengikuti talk show ini," ujar seorang dari mereka.

Read More.. Read more...

Kevin Berikan Motivasi Kepada UKM

Talk Show Program Kemitraan Usaha Kecil dan Bina Lingkungan (PKBL) 2011 yang diselenggarakan Majalah Gatra dan PT. Mediatama Binakreasi untuk memeriahkan Gelar Karya PKBL BUMN 2011 di Hall B Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2011), sangat powerfull, karena para peserta talk show mendapat pencerahan dari Kevin Wu Result Consultant dan Etty Tedjalaksana sebagai narasumber utama.

Menurut Habib Asyhari, bagian promosi Majalah Gatra, talk show bertema “Bisnis Rumahan Dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah” ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan masukan kepada masyarakat, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM), agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan dapat bersaing secara sehat dengan para kompetitor.

Etty Tedjalaksana, pengusaha batik dan produk turunannya dengan merek “Bhisma Cakti” mengakui, memang tak mudah menjadi entrepreneur, karena selain banyak pesaing, yang namanya berdagang selalu saja ada untung dan rugi, ada laku dan tidak. Ia bahkan mengaku hampir berhenti menjadi pengusaha ketika order sepi dan para tukang yang dipekerjakan di workshopnya, pulang kampung.

“Tapi saya tidak menyerah, dan sekarang sudah punya 24 outlet, antara lain di Pasaraya dan Citos,” katanya.

Etty menjadi pengusaha hanya dengan bermodalkan Rp. 2 juta dan batik yang diutangkan teman-temannya. Dengan bantuan dana bergulir dari Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta, serta dari PT. Pelindo II karena perusahaannya menjadi mitra binaan instansi-instansi tersebut, kini produknya yang antara lain berupa pakaian batik, sarung batik, bed cover, taplak meja, sarung bantal, sprei, dan lain-lain, memberinya penghasilan puluhan juta rupiah per bulan. Bahkan mulai diekspor.

Kevin Wu yang tampil sebagai motivator entrepreneurship memuji keberhasilan ibu dua anak dengan suami berstatus PNS tersebut. Kepada peserta talk show yang nyaris memenuhi kapasitas kursi yang tersedia, Managing Director CoreAction Result Consulting ini mengatakan, bahwa untuk sukses, seorang pengusaha harus yakin pada bisnis yang digelutinya, dan jangan menyerah.

Kunci sukses menjadi pengusaha ada tiga, yakni hasrat, memiliki mindset yang tepat, dan strategi. Jika punya hasrat, tapi mindsetnya tidak tepat, apalagi tidak punya strategi, jangan harap akan berhasil,” kata dia.

Kevin sempat bertanya apakah ada di antara peserta yang sudah berusaha selama bertahun-tahun, namun belum juga sukses? Banyak sekali peserta yang mengacungkan tangan. Empat peserta yang bersedia naik ke panggung, di antaranya Bapak Syaifullah yang memiliki Teratai Putih Global School; Bapak Pramani, pengusaha di bidang job creator; dan Ibu Hajah Munifah, pengusaha bandeng presto, memaparkan apa alasan mereka sehingga merasa belum berhasil.

“Karena itu saya ingin cepat berhasil,” katanya.

Kepada peserta yang merasa masih belum berhasil, disarankan untuk tidak menyerah dan terus belajar dari kegagalan. Ia juga meminta peserta memegang tiga kunci sukses yang disampaikannya, karena hal itu merupakan modal dasar untuk meningkatkan usaha yang digeluti.

Cara dan gaya penampilan Kevin yang atraktif dan interaktif, membuat suasana talk show tidak membosankan, bahkan powerfull, sehingga ketika Hatim Ilwan, salah seorang redaktur di majalah Gatra yang bertindak sebagai moderator menyilahkan peserta untuk bertanya, enam orang tanpa ragu mengajukan pertanyaan.

“Saya puas dengan jawabannya,” ujar seorang penanya seusai acara.

Read More.. Read more...

Empat Jurus Jadi Bos yang Dicintai

Berapa banyak wanita yang menjadi seorang pemimpin hebat yang Anda ketahui? Margaret Tacher, Eleanor Roosevelt, Hillary Clinton, Madeline Albright, atau siapa lagi? Berapa banyak jumlah yang Anda sebutkan, jumlah mereka tetap tak sebanyak kaum pria yang menjadi pemimpin hebat.

Seperti ditulis Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio dalam buku ‘The Girl’s Guide to Being a Boss’, penelitian yang dilakukan sejak awal 1980 menyimpulkan, apa yang diterapkan pria dalam hal kepemimpinan, tidak dapat diterapkan wanita. Bahkan penelitian itu menunjukkan, wanita memang tidak dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, sehingga tak heran jika wanita yang menjadi teladan karena kehebatannya dalam memimpin, sangatlah jarang dan cenderung dapat dihitung dengan jari.

Banyak dari kita percaya, bahwa kemampuan memimpin adalah bakat alami, Namun Caitlin dan Kimberly menegaskan, memimpin bukan saja sesuatu yang tidak alamiah, tetapi juga sesuatu yang tak mudah.

Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menjadi atasan yang hebat plus dicintai karyawan. Dengan langkah dan metode yang tepat, Anda bahkan dapat menjadi lebih 'perkasa' di mata karyawan dibanding pria.

Berikut tips dari trainer dan konsultan muda Indonesia, Kevin Wu Result Consultant, yang dikutip dari VIVAnews.com :

1. Terapkan pola kepemimpinan situasional
Dari semua model kepemimpinan yang ada, model kepemimpinan situasional merupakan model yang cocok untuk wanita. Sebab, model kepemimpinan ini secara kontinyu dapar menganalisis semua kebutuhan perusahaan dan bawahan. Dengan metode ini Anda dapat menjadi wanita tepat pada tempat dan waktu yang tepat pula.

2. Evaluasi kekuatan dan kelemahan secara kontinyu
Menurut penelitian yang dilakukan secara global, kejelasan organisasi, kemampuan manusia, komitmen karyawan, kepercayaan dan keyakinan diri dalam memimpin merupakan hal penting yang mempengaruhi kepuasan karyawan dalam organisasi. Karena itu, lakukan evaluasi secara terus menerus seputar kekuatan dan kelemahan Anda dalam memimpin agar Anda bisa terus produktif.

3. Berdayakan semua kemampuan dalam perusahaan
Menurut Meredith Belbin, penulis 'Management Teams: Why They Succeed or Fail', setiap elemen perusahaan memiliki satu peran, bahkan lebih, yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Kunci tim yang baik dan efisien adalah menciptakan keseimbangan sehat dari setiap individu, atau identifikasi peran yang Anda butuhkan dari masing-masing anggota tim, meskipun peran itu bukan kemampuan alami mereka.

4. Adil dan bertanggung jawab
Atasan yang baik harus mampu menilai dengan objektif kelebihan dan kekurangan staf. Mampu mengenali dan mengembangkan potensi staf. Berikan kesempatan bagi staf untuk menunjukkan potensinya. Berikan pula penghargaan bagi staf berprestasi.

Selain itu, berani mengambil tanggung jawab. Bila ada tugas tidak berjalan dengan semestinya, seorang atasan yang baik akan mengambil tanggung jawab dan melakukan perbaikan, bukan mencari kambing hitam.

Read More.. Read more...

Talk Show PKBL 2011

Jumat, 11 Maret 2011

Majalah mingguan Gatra bekerjasama dengan Mediatama Binarekeasi menyelenggarakan Talk Show PKBL 2011 di Hall B Jakarta Convention Center pada 16-17 Maret 2011. Penyelenggara memastikan, acara ini sangat menarik karena pada 16 Maret bertema "Binsis Rumahan Dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah", dan pada 17 Maret bertema "Wanita Bisa Manjadi Pengusaha Success". Managing Director CoreAction Result Consulting Kevin Wu akan tampil pada 16 Maret senagai Motivator Entrepreneurship.

Read More.. Read more...

CoreAction Kembali Training Karyawan PT. Djarum

Selasa, 08 Maret 2011

PT. Djarum kembali memberi kepercayaan kepada CoreAction Result Consulting untuk memberikan pelatihan bagi karyawan-karyawannya. Kali ini pelatihan diberikan di Hotel Summer Hill, Bandung, Minggu (6/3/2011), untuk 48 karyawan level empat ke bawah atau para supervisor dan staf yang bertugas di kawasan Bandung dan sekitarnya.

“Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan performa mereka,” Arya Wirayodha Partawijaya, HRD Trainning PT. Djarum.

Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, kali ini pelatihan yang diberikan lebih banyak berupa game-game dan simulasi agar para karyawan dua hari sebelumnya, yakni Jumat(4/3/2011) dan Sabtu (5/3/2011) menjalani rapat intern untuk mambahas finansial, tidak jenuh dan stress. Game-game dan simulasi tersebut di antaranya permainan kacang, matematika, kanji transfer, spider tunnel, trust fall, dan gincu mix. CoreAction mengemas pelatihan ini sebagai paket Peak Performance Team (PPT).

“Training ini asyik! Saya merasa plong!” ujar seorang peserta yang Nampak bersemangat setelah mengikuti permainan trust fall. “Saya ketagihan,” ujar seorang yang lain.

Kevin Wu Result Consultant sebagai pemandu training menjelaskan, sesuai permintaan PT. Djarum, training ini lebih ditujukan untuk membina kekompakan tim. “Karena itu lebih banyak game dan simulasi,” ujarnya.

Dalam permainan trust fall misalnya, sebuah kelompok yang dianalogikan sebagai sebuah tim, benar-benar harus kompak, satu kata, dan satu hati, karena jika individu-individu dalam kelompok ini ada satu saja yang ‘mbalelo’, maka tim ini akan menghadapi resiko yang lumayan besar. Pasalnya, permainan ini mengharuskan salah seorang anggota kelompok menjatuhkan diri dari ketinggian, sementara anggota kelompok yang lain harus menangkap tubuhnya. Jika salah satu anggota tim yang bertugas menangkap melakukan tugasnya dengan setengah hati sehingga rentangan tangannya yang digunakan untuk nenangkap, mengendur, maka mungkin sekali anggota tim yang menjatuhkan diri akan jatuh ke halaman hotel yang ditumbuhi rumput gajah Jepang.

Untuk permainan matematika, setiap individu dalam tim dituntut untuk teliti, cermat, dan membaca dulu perintah yang diterakan pada lembar soal, sebelum mengisi soal-soal di bawah perintah itu. Namun demikian hamper semua peserta, karena diberi waktu hanya 60 detik untuk mengerjakan soal, mereka mengerjakannya dengan terburu-buru tanpa membaca dulu perintahnya, sehingga semua jawaban yang diberikan, salah.

Dari semua permainan dan simulasi yang diberikan, para peserta menarik kesimpulan bahwa untuk memiliki tim yang solid yang mampu mencapai setiap target yang diberikan perusahaan, dibutuhkan kerja sama yang baik, komunikasi yang baik, mendahulukan kepentingan tim dibanding kepentingan pribadi, memahami dan menjalankan aturan secara benar, dan lain sebagainya.

“Saya puas pada materi yang diberikan, karena apa yang kita inginkan, kita dapatkan,” kata Arya Wirayodha Partawijaya.

Read More.. Read more...

Merajut Strategi Cemerlang untuk Hasil Akhir Yang Memukau

Selasa, 22 Februari 2011

Seberapa besar sumber daya yang dihabiskan untuk mendapatkan hasil yang telah Anda peroleh sampai dengan hari ini? Apakah Anda sering merasa frustasi akibat selalu sibuk mengerjakan tugas harian yang menumpuk akan tetapi hasilnya masih jauh dari target yang ingin Anda raih? Dan bagaimana hasil akhir dari rencana atau strategi yang telah Anda buat untuk organisasi Anda selama ini?

Sebagian orang cukup bermasalah dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, bagaimana dengan Anda? Kita didesak untuk mencapai tujuan-tujuan (baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi). Di sisi lain kita juga dihadapkan oleh pilihan yang terbatas setiap harinya. Hal ini menyebabkan sebagian orang merasa hidupnya seperti berlari di dalam sebuah roda raksasa, persis seperti permainan roda bagi (tikus) “hamster”. Sekuat-kuatnya berlari tetapi sebenarnya ia tidak berpindah tempat.

Kita (Anda, Saya dan bahkan sebagian besar anggota tim Anda) sering terjebak dalam kegiatan-kegiatan kecil yang menghabiskan banyak energi, waktu dan sumber daya lainnya, seperti membaca, menerima dan membalas email, menjawab telepon, membalas pesan yang masuk, membaca laporan, melihat koran, browsing internet, berbincang, dan lain lain akan tetapi ketika kita menyadarinya ternyata waktu sudah berlalu begitu cepat sehingga Anda sudah harus mempersiapkan diri menuju ke jadwal lainnya. Singkatnya, kita sering kali “sibuk” akan tetapi tidak banyak hasil memuaskan yang bisa kita raih. Kondisi ini terjadi terus menerus sepanjang hari bahkan sepanjang hidup bagi sebagian besar orang.

Di sisi lain harus diakui, untuk mencapai tujuan, butuh perencanaan matang. Dan agar tujuan tercapai, tindakan yang dilakukan haruslah fokus, terukur, dan terarah. Sejak diperkenalkan sebagai sebuah konsep, dunia bisnis dan segala hal yang berkaitan dengannya, membutuhkan lebih dari sekedar rencana. Dan seiring dengan berjalannya waktu, bermunculan banyak konsep, teori, strategi, kiat, dan rencana agar bisnis yang dijalankan sukses, sesuai keinginan dan perspektif teori tersebut.

Sampai dengan hari ini masih sedikit metode yang membahas tentang tata cara agar semua aturan dan strategi tersebut dapat benar-benar diimplementasikan, sehingga target Anda benar-benar tercapai. Implementasi yang dimaksud bukan saja berguna bagi Anda untuk mengerjakan rencana pribadi, akan tetapi juga berlaku bagi Anda yang berperan sebagai pemimpin di perusahaan, karyawan, dan maupun organisasi pada umumnya.

Implementasi atau dalam terjemahan bebas disebut pelaksanaan, adalah tindakan kongkrit dalam proses untuk mewujudkan strategi dan rencana yang telah ditetapkan. Ada 3 (tiga) alasan utama kenapa implementasi yang berkwalitas (QI) sangat sulit dilakukan di sebuah organisasi:


Pertama, Strategi yang telalu “canggih”

Sebagai pemimpin, Anda boleh saja memiliki segudang ide, blue print, rencana atau master plan yang sangat luar biasa, namun jika semua hal tersebut tidak bisa diimplementasikan oleh tim kerja, so what? Sebagian pemimpin sangat bangga jika mampu melahirkan strategi maupun rencana “canggihnya” akan tetapi ironisnya semakin tinggi dan canggih strategi tersebut semakin sulit dan susah pula bagi anggota tim untuk mengimplentasikannya. Sehingga mudah ditebak bagaimana hasil akhir yang akan diperolehnya.

Kedua, Pekerjaan-Pekerjaan Kecil yang Menumpuk

Kendala implementasi juga muncul ketika kita terlalu banyak kesibukan untuk menyelesaikan “hal-hal kecil” – seperti yang telah disampaikan di atas - sehingga hal-hal yang “benar-benar penting” tidak terurusi. Hal ini terjadi terus-menerus setiap hari sampai-sampai Anda tidak menyadarinya bukan? Kita baru terkaget-kaget ketika dead-line tiba hasil akhirnya masihlah jauh dari target semula. Pekerjaan-pekerjaan kecil seperti sekedar membalas sms, email, dan pesan-pesan yang tidak relevan di waktu kerja tanpa disadari juga banyak menghabiskan waktu produktif. Hal-hal seperti ini sering juga menguras perhatian dan energi kita.

Ketiga, Rendahnya Komitmen Tim
Rendahnya komitmen dan kontribusi anggota tim terhadap tujuan utama organisasi juga merupakan penyebab utama rendahnya budaya implementasi di dalam perusahaan. Saya sering mengibaratkan organisasi seperti sebuah mobil dengan anggota tim sebagai roda-rodanya. Rendahnya komitmen dan kontribusi anggota tim tadi seperti karatan yang menumpuk dan diperparah dengan kurangnya pelumas yang menyebabkan berhentinya roda-roda tersebut.

Tapi oke-lah, mungkin tidak semua roda berhenti, masih ada roda-roda yang masih bisa bergerak di organisasi Anda saat ini. Maksudnya masih ada orang-orang yang memiliki komitmen yang tinggi untuk terus mendorong perusahaan Anda maju ke depan, tetapi berapa banyak jumlah mereka? Menurut survey yang kami peroleh, jumlah mereka yang memiliki komitmen tinggi di dalam perusahaan tidaklah signifikan, ini artinya mereka adalah kaum minoritas jika dibandingkan dengan jumlah mereka yang tidak memiliki komitmen. Kelompok ini kami sebut “roda berkarat”.

Belum lagi ada sekelompok orang yang dengan sengaja mengambil keuntungan pribadi di dalam perusahaan. Mereka adalah orang-orang yang sering menjual data-data penting ke pihak lain, mereka juga bisa mendapatkan keuntungan dengan memberikan laporan palsu atau mark-up atas biaya-biaya tertentu, celah lain adalah mencuri sesuatu dengan memanfaatkan kelemahan system internal, dan masih banyak cara kerja mereka yang kesemuanya merugikan organisasi secara langsung. Kelompok ini kami namakan kelompok “roda mundur” karena gerak langkahnya jelas menarik mundur organisasi yang ingin bergerak maju.

Lalu bagaimana sebuah mobil dapat melaju kencang jika yang bergerak hanyalah 1 atau 2 roda saja sedangkan roda lainnya diam atau bahkan berjalan mundur?

Sudah saatnya Quality Implementation (QI) menjadi perhatian Anda untuk menghidupkan kembali energy serta antuasias tim kerja Anda agar berkinerja optimal dengan cara menetapkan prinsip-prinsip dalam menciptakan tindakan (implementasi) yang berkualitas menjadi budaya dalam organisasi, karena untuk melaksanakan rencana maupun mencapai tujuan besar Anda dibutuhkan tindakan nyata, tetapi bukan sekedar tindakan biasa bukan pula tindakan seadanya, akan tetapi “tindakan yang berkualitas” dari seluruh individu di dalam tim Anda.

Saya juga bermimpi agar kelak Implementasi Berkualitas (QI) juga dapat menjadi Budaya Bangsa Kita tercinta ini. Dengan segala kekayaan dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia saat ini, sungguh menyedihkan masyarakat kita masih belum mampu bersaing dan tampil percaya diri di pentas dunia. Salah satu penyebab utamanya adalah lemahnya kwalitas sumber daya manusia serta budaya kerja yang masih jauh dari kata “berkwalitas”.


Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas, dimulai dengan implementasi yang berkwalitas (QI), Semoga bermanfaat. Artikel ini telah dipublikasikan di majalah Marketing edisi Januari 2011.

Read More.. Read more...

Cara Pintar Delegasikan Tugas

Selasa, 15 Februari 2011

Kerja tim baik adalah yang mampu, bersedia, bahkan rela berpartisipasi secara aktif, serta memberikan performa terbaiknya bagi pekerjaan dan perusahaan. Untuk menggerakkan tim hingga seperti ini, atasan perlu mendelegasikan tugas-tugas kepada bawahan, karena sebagai pemimpin, tentu banyak tugas yang diemban dan tak mungkin ditangani sendiri.

Namun, seperti saya kutip dari www.advancingwoman.com, banyak pemimpin, terutama wanita, merasa ragu membagikan tugas atau pekerjaan kepada anggota timnya. Alasannya, mereka menganggap bisa menangani tugas-tugasnya sendiri, merasa wajar jika mengerjakan sendiri sesuatu yang menjadi keahliannya, karena wanita sukses kebanyakan merupakan tipe manusia perfeksionis, dan karena jika melakukannya sendiri, mereka yakin hasilnya akan sempurna.

Atasan yang memberikan pendapat seperti itu tidak menyadari kalau selain merepotkan diri sendiri, dia juga telah menjadikan dirinya sebagai pemimpin tidak baik. Yang perlu dipahami seorang pemimpin adalah, selain mengemban amanat untuk memajukan perusahaan, dia juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong anggota timnya agar mampu berpoduktivitas secara maksimal.

Mendelegasikan tugas bukan berarti memberikan instruksi tentang apa yang harus dilakukan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap target yang ditetapkan dapat dicapai. Agar Anda tidak fobia mendelegasikan tugas, berikut tips dari saya, dan tips ini telah dipublikasikan di VIVAnews.com pada 14 Februari 2011.

1. Lihat kemauannya
Segala sesuatu harus dilandasi oleh kemauan kuat. Anggota tim yang memiliki kemauan yang kuat pantas anda berikan tanggung jawab lebih agar kelak mereka dapat mendapatkan posisi yang lebih baik. Sebab, bagi individu yang memiliki kemauan, segala rintangan akan dihadapinya untuk menyelesaikan misinya.

2. Ukur kemampuannya
Setiap individu punya kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu Anda harus menyesuaikan pekerjaan atau tugas yang sesuai dengan kompetensi orang tersebut. Anda pun perlu mencermati seberapa dalam pengetahuan dan keahlian serta perilakunya.

3. Berdayakan dirinya
Sebagai pimpinan Anda harus membangun komunikasi yang terbuka dan jujur. Berikan juga umpan balik yang memberdayakan agar si individu dapat terus tumbuh dan berkembang sehingga kelak semakin banyak lagi tugas serta tanggung jawab yang mampu ditanggung sehingga di sisi lain semakin meningkat pula kesejahteraannya.

Read More.. Read more...
Related Posts with Thumbnails

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP